Bupati Kaur Pimpin Desiminasi AKS Tahap 1, Tekankan Pentingnya Kerja Sama
Bupati Kaur Pimpin Desiminasi AKS Tahap 1, Tekankan Pentingnya Kerja Sama
Media Center Kaur - Pemerintah Kabupaten Kaur terus berupaya serius dalam mengatasi masalah stunting. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Desiminasi Audit Kasus Stunting (AKS) Tahap 1 di Aula Lantai III Setda Kabupaten Kaur pada Rabu (9/10/2024).
Acara dibuka langsung oleh Bupati Kaur H. Lismdianto, SH,.MH., yang juga dihadiri oleh Unsur Pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kaur. Dalam sambutannya, Bupati Lismdianto menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi dari seluruh pihak untuk mencapai tujuan bersama dalam mengatasi stunting.
"Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi. Untuk itu, kita perlu bekerja sama dengan semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk mengatasi masalah ini," ujar Bupati Lismdianto.
Desiminasi ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, yang membahas berbagai aspek terkait stunting, mulai dari aspek medis, gizi, hingga psikologis. Acara ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada seluruh pihak tentang stunting, sehingga dapat mendorong upaya pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.
dr. Rillya Emilda, M.Sc., Sp. A., seorang dokter spesialis anak membahas aspek medis stunting dan dampaknya terhadap kesehatan anak. Ia menjelaskan secara detail tentang definisi stunting, penyebabnya, dan berbagai komplikasi kesehatan yang dapat ditimbulkan.
"Stunting bukan hanya masalah tinggi badan, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak, sistem imun, dan organ tubuh lainnya. Anak stunting lebih rentan terhadap penyakit infeksi, mengalami gangguan belajar, dan memiliki risiko kematian yang lebih tinggi," jelas dr. Rillya.
dr. Rillya juga menekankan pentingnya deteksi dini stunting dan penanganan yang tepat. Ia memaparkan berbagai metode pemeriksaan untuk mendeteksi stunting, serta berbagai strategi intervensi medis yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak stunting pada anak.
Desiminasi Audit Kasus Stunting (AKS) Tahap 1 di Kabupaten Kaur tidak hanya membahas aspek medis dan gizi, tetapi juga menyorot faktor psikologis dan sosial yang berkontribusi pada stunting. Hal ini dibahas oleh Deta Nurfianti, M.Psi., Psikolog., seorang psikolog yang hadir sebagai tim pakar.
Deta menjelaskan bahwa kondisi psikologis dan sosial ibu dan keluarga dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, termasuk risiko stunting.
"Stres, kemiskinan, kurangnya akses pendidikan, dan kurangnya dukungan sosial dapat berdampak negatif pada kesehatan mental ibu dan keluarga. Hal ini dapat mempengaruhi pola asuh, pemberian ASI, dan asupan gizi anak," jelas Deta.
Deta juga menekankan pentingnya dukungan psikososial bagi ibu dan keluarga untuk mengatasi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental.
Elfira Regina, Amd. Gz., seorang ahli gizi yang memberikan wawasan penting tentang nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Elfira menjelaskan bahwa nutrisi yang cukup dan seimbang sejak dini sangat penting untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
"Anak-anak membutuhkan asupan gizi yang lengkap dan seimbang, termasuk protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Asupan gizi yang kurang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, perkembangan, dan daya tahan tubuh anak," ujar Elfira.
Elfira menjelaskan bahwa nutrisi yang cukup dan seimbang sejak dini sangat penting untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
"Anak-anak membutuhkan asupan gizi yang lengkap dan seimbang, termasuk protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Asupan gizi yang kurang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, perkembangan, dan daya tahan tubuh anak,". "Pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk memberikan nutrisi terbaik bagi bayi dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Setelah 6 bulan, anak dapat mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan aman," tambah Elfira.
Ketua Tim Audit Kasus Stunting Deki Sepramadi, S.Sos., menyampaikan Audit Kasus Stunting
Bertujuan untuk menyampaikan hasil kajian kasus audit yang merupakan penajaman (rekomendasi) intervensi spesifik dan sensitive serta intervensi pencegahan yang dibutuhkan sesuai hasil kajian berdasarkan kelompok sasaran yang diaudit.
"Audit ini bukan hanya sekadar identifikasi kasus stunting, tetapi juga untuk menentukan langkah-langkah intervensi yang tepat dan efektif untuk setiap kelompok sasaran. Intervensi ini harus spesifik, sensitif terhadap kebutuhan masing-masing individu, dan juga mencakup upaya pencegahan," ujar Deki.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, meningkatkan kesadaran, dan memobilisasi para pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Kaur. (ZA).

-Photoroom.png)






Facebook Comments