Pemkab Kaur Mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Secara Virtual

Keterangan Gambar : Pemda kaur saat ikuti zoom meeting pengendalian inflasi


Pemkab Kaur Mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Secara Virtual

Media Center Kaur - Pemerintah Kabupaten Kaur mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) terkait percepatan dan pengendalian inflasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang di pimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir melalui Zoom Meeting. Rakor ini diikuti oleh  Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kaur, bertempat di Ruang Staf Ahli lantai III Setda Kabupaten Kaur. Senin (23/12/2024).

Pelaksana Tugas  Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri  Tomsi Tohir mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk membantu mengoptimalkan hasil produksi beras guna mengendalikan harga pangan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memastikan kualitas mesin penggiling padi di daerah tetap optimal.

“Berkaitan dengan menggiling yang baik supaya pecahannya [beras hasil penggilingan] tidak banyak dan lain sebagainya. Ini juga perlu mendapatkan perhatian kita karena berdampak pada penyerapan Bulog juga karena tentunya Bulog itu ada kriterianya [beras] yang bisa diserap,” ujar Tomsi 

Tomsi mengingatkan, jangan sampai hasil panen padi dari petani yang sudah baik tidak dapat diserap oleh Bulog maupun pasar. Oleh karena itu, ia meminta Pemda untuk mengecek kembali mesin penggilingan padi di daerah masing-masing agar kualitasnya tetap terjaga. Menurut pengamatannya, selama ini terdapat oknum yang menggunakan mesin penggiling padi dengan kualitas kurang baik sehingga hasil penggilingan padi menjadi tidak optimal.

Selanjutnya, Tomsi meminta Pemda untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam kurun Desember 2024 hingga Februari 2025, sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan akan mengalami curah hujan tinggi. Hal ini perlu diantisipasi agar sentra pertanian dan perkebunan tidak terdampak banjir.

“Berkaitan dengan curah hujan yang tinggi ini juga jangan sampai ya Januari giliran mau panen [hasil pertanian] terendam busuk. Nah hal-hal seperti ini teman-teman kepala daerah betul-betul mengantisipasi,” imbuhnya.

Tomsi menambahkan, daerah yang setiap tahun dilanda banjir perlu lebih waspada. Bila diperlukan, daerah tersebut dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk memodifikasi cuaca. Langkah ini penting untuk mendukung upaya antisipasi bencana banjir. Tomsi juga mendorong Pemda untuk mencontoh langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah menerapkan upaya tersebut.

“Saya minta kepala daerah yang lain khususnya para gubernur daerah-daerah yang menjadi langganan banjir ini bisa dikomunikasikan dengan sebaik-baiknya,” tandasnya. (Tha)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.