
Keterangan Gambar : Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Dipadati Jamaah, Ustaz Arpan: Kaur Kaye Ngan Budaye
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Dipadati Jamaah, Ustaz Arpan: Kaur Kaye Ngan Budaye
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Dipadati Jamaah, Ustaz Arpan: Kaur Kaye Ngan Budaye
BINTUHAN, Kominfo– Ribuan masyarakat memadati Lapangan Merdeka Bintuhan, Kabupaten Kaur, saat mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Rabu malam (26/8/2026).
Peringatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Kaur bersama jajaran Kementerian Agama dan BAZNAS Kabupaten Kaur tersebut menghadirkan Ustaz Muhammad Arpan Sakban sebagai penceramah.
Dai asal Provinsi Bengkulu yang dikenal sebagai pengisi program dakwah Damai Indonesiaku di TV One itu memberikan tausiah di hadapan masyarakat Kaur yang hadir dari berbagai wilayah.
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I., Jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur, para asisten, staf ahli, kepala OPD, jajaran Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, para alim ulama, organisasi keagamaan, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Baznas Kabupaten Kaur, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid menyampaikan apresiasi kepada Ustaz Muhammad Arpan Sakban yang telah hadir di Kabupaten Kaur untuk memberikan tausiah kepada masyarakat.
“Terima kasih sudah datang ke Kaur. Kurang lebih lima jam perjalanan dari Kota Bengkulu, alhamdulillah Ustaz sudah berada di tengah-tengah kita semua” ujar Abdul Hamid.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimda, Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, para ulama, organisasi keagamaan serta Baznas Kabupaten Kaur yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Abdul Hamid, peringatan Maulid Nabi merupakan hasil kolaborasi dan kebersamaan berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah ini berkat kolaborasi, kebersamaan kita dalam rangka menyambut dan memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW” katanya.
Abdul Hamid mengatakan, peringatan Maulid Nabi tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih yang sedang berlangsung di Kabupaten Kaur.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya ingin menghadirkan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga kegiatan yang memberikan siraman rohani dan menambah wawasan keagamaan.
Sebelumnya, rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih telah menghadirkan sejumlah hiburan, termasuk penampilan artis dari Bengkulu dan Jakarta. Namun, pemerintah daerah juga merespons aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya kegiatan keagamaan.
“Banyak selentingan dari masyarakat di media sosial, yang berharap, didatangkan pula penceramah untuk siraman rohani. Kami berupaya sesuai dengan perintah Pak Bupati, kita laksanakan dan berkolaborasi dengan Kementerian Agama dan Baznas. Alhamdulillah malam ini dapat kita laksanakan” ungkapnya.
Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Maulid Nabi juga sangat tinggi. Jika sebelumnya kegiatan hiburan mampu menarik masyarakat hingga memenuhi kawasan Lapangan Merdeka, malam itu ribuan jamaah juga memadati lokasi untuk mengikuti majelis dan mendengarkan tausiah.
“Kalau artis main, masyarakat penuh sampai ke jalan-jalan. Tapi malam ini alhamdulillah kita dapat hadir lebih kurang seribu lebih. Ya dua ribu? Alhamdulillah, dua ribu pasang mata ditambah kakinya” ujar Abdul Hamid disambut tawa dan antusiasme jamaah.
Wakil Bupati menegaskan, kegiatan Maulid Nabi tidak semata-mata dilaksanakan untuk memenuhi agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menimba ilmu, memperkuat keimanan serta meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan setiap majelis sebagai ruang belajar dan mengambil hikmah dari kehidupan Nabi Muhammad SAW.
“Mungkin kita ingat banyak atau sedikitnya, tetapi kita ingat makna dan niat daripada kita semua untuk menimba ilmu, selalu belajar dalam setiap majelis. Insyaallah majelis ini bermakna bagi kita semua” katanya.
Abdul Hamid juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan secara terbuka di Lapangan Merdeka sebelumnya telah menjadi pembahasan bersama Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kaur.
Ia menyebut, selama ini kegiatan peringatan hari besar Islam masih banyak dilaksanakan di masjid. Ke depan, pemerintah daerah ingin menghadirkan kegiatan keagamaan berskala lebih besar di ruang terbuka agar dapat diikuti masyarakat secara luas.
“Pada saat satu Muharram dengan Pak Kepala Kemenag, Pak Lukman, kami berpikir bagaimana kita dapat melaksanakan kegiatan tabligh atau majelis atau peringatan hari besar Islam di Lapangan Merdeka ini” jelasnya.
Rencana tersebut semula ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027 dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram. Namun, berkat kesempatan dan dukungan berbagai pihak, kegiatan keagamaan berskala besar akhirnya dapat terlaksana lebih cepat melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini.
“Alhamdulillah, berkat rida dan pertolongan Allah SWT, dibukakan jalan dan pemikiran kita. Malam ini kami dapat melaksanakannya. Tentu tidak lain dan tidak bukan berkat niat baik, niat tulus” tegasnya.
Usai memberikan tausiah, Ustaz Muhammad Arpan Sakban menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan Maulid Nabi yang digelar di Lapangan Merdeka Bintuhan.
Kepada sejumlah awak media, ia menyebut Kabupaten Kaur memiliki kekayaan budaya yang menjadi salah satu kekuatan daerah.
“Kaur kaye ngan budaye, Kaur kaya dengan budaya. Makanya Kaur itu hebat, baik akan budayanya maupun intelektualnya” ujar Ustaz Arpan.
Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki Kaur perlu terus dijaga dan dikembangkan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan keagamaan masyarakat.
Ia juga berharap kegiatan-kegiatan positif seperti peringatan Maulid Nabi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, agenda kebaikan yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak positif bagi pembentukan generasi muda.
“Saya meminta kebaikan-kebaikan seperti yang dilakukan malam ini agar dapat terus dilanjutkan. Agenda-agenda kebaikan seperti ini, insyaallah akan melahirkan generasi yang smart, baik pintar dalam keilmuan maupun ilmu agama” ungkapnya.
Ia menilai perpaduan antara ilmu pengetahuan, pendidikan agama dan pelestarian budaya menjadi modal penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.
Ustaz Arpan berharap semangat kebersamaan dan kegiatan keagamaan di Kabupaten Kaur terus berkembang sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya membangun generasi masa depan yang berilmu, berbudaya dan berakhlak. (top)
-Photoroom.png)






Facebook Comments